ALAT UKUR ALIRAN FLUIDA
mahasiswa diharapkan dapat:
1. memahami jenis dan prinsip kerja alat ukur aliran,
2. melakukan analisis kuantitatif pada alat ukur aliran
3. menentukan coeficient of discharge dari suatu alat ukur aliran
Alat yang digunakan untuk mengukur aliran sering disebut FLOWMETER.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan flow meter antara lain:
• flow sensors,
• interaksi antara sensor dan fluida dinyatakan dengan menggunakan teknik
komputasi,
• transducers dan hubungannya dengan signal processing units,
• pengamatan/penilaian terhadap sistem secara keseluruhan pada keadaan
ideal, disturbed, harsh, atau kondisi yang berpotensi meledak.
Alat ukur aliran sangat diperlukan dalam industri oil, bahan kimia, bahan makanan,
air, pengolahan limbah, dll.
Kuantitas yang diukur adalah volume flow rate, mass flow rate, flow velocity, atau
lainnya.
Instalasi flowmeter
Ada dua cara instalasi flowmeters yaitu: inline and insertion.
Model inline menghubungkan bagian upstream dan downstream pipa, sedangkan
model insertion memasukan sensor probe ke dalam pipa.
Umumnya flowmeters dengan model inline perlu dipasang pada suatu tempat dengan
jarak tertentu dalam pipa yang lurus. Untuk model inline, sensor probe dimasukan
dalam pipa yang memiliki diameter dalam yang sama dengan ukuran pipa dimana
fluida tersebut diukur.
Gambar beberapa Flowmeter.
insertion flowmeter adalah lebih flexible dan lebih ekonomis dalam ukuran yang
besar.
Adapun inline design adalah lebih confined dan umumnya lebih mudah dikalibrasi.
Wafer connection umumnya kurang luas penggunaannya dari pada flanged
connection.
Dasar Pemilihan alat ukur aliran
Pemilihan jenis ditentukan oleh banyak factor, hal yang penting yang perlu
diperhatikan adalah:
• fasa fluida yang mengalir (gas, liquid, steam, etc.)
• Kondisi aliran (flow condition): (clean, dirty, viscous, abrasive, open channel,
ect.)
• Kesesuaian fasa fluid dan teknologi flowmeter (dapat dilihat pada flowmeter
selection page).
• Ukuran pipa atau saluran dan kecepatan aliran.
• Sifat fluida antara lain densitas (specific gravity), pressure, temperature,
viscosity, and electronic conductivity.
• Kondisi lingkungan antara lain temperature, the arrangements (e.g., corrosive,
explosive, indoor, outdoor), the installation method (insertion, clamped-on, or
inline),
• Posisi flowmeter juga perlu diperhatikan termasuk penurunan tekanan
maksimum yang diijinkan (maximum allowable pressure drop), diperlukan
accuracy, repeatability, and cost (initial set up, maintenance, and training).
Berdasarkan hasil pengukurannya alat ukur dibedakan menjadi 2:
1. Kecepatan lokal : kecepatan fluida pada posisi tertentu.
Misal: Tabung Pitot v=(r)
2. Kecepatan total: kecepatan alir rata-rata seluruh penampang luas aliran.
Misal: Orifice, Venturi, dan Rotameter
Berdasarkan cara pengukurannya alat ukur aliran dapat dikelompokkan
menjadi 5:
1. Displacement flow meters
2. Current flow meters
3. Tabung Pitot
4. Venturi meters dan Orifice meter
5. Area meter
Tabung Pitot
Alat ini digunakan untuk mengukur kecepatan linear lokal
Densitas fluida dalam pipa: ρ
Densitas cairan dalam manometer: ρ
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
BALANCING
Balancing Balancing bisa diartikan, menimbang sisi-sisi ban dan pelek untuk mencapai bobot seimbang. Manfaatnya untuk menghindari getaran...
-
Balancing Balancing bisa diartikan, menimbang sisi-sisi ban dan pelek untuk mencapai bobot seimbang. Manfaatnya untuk menghindari getaran...
-
MOTOR BENSIN BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Sistem bahan bakar dalam suatu mesin merupakan suatu sistem yang sangat d...
-
ALAT UKUR ALIRAN FLUIDA mahasiswa diharapkan dapat: 1. memahami jenis dan prinsip kerja alat ukur aliran, 2. melaku...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar