Rabu, 17 Juni 2015

BALANCING

Balancing
Balancing bisa diartikan, menimbang sisi-sisi ban dan pelek untuk mencapai bobot seimbang. Manfaatnya untuk menghindari getaran pada lingkar kemudi saat mobil berjalan, baik pada kecepatan rendah maupun tinggi. Gunanya untuk mengecek putaran atau getaran yang ditimbulkan di setiap putaran roda. Berat semua pelek harus sama, jika tak sama bisa menimbulkan getaran pada kemudi. Teknisnya adalah sebagai berikut :

Gaya Sentrifugal
Kenapa beratnya harus seimbang? Karena pada saat ban berputar, akan terjadi gaya sentrifugal yang merata. Namun bila ada salah satu roda yang titik beratnya berbeda, maka gaya sentrifugal akan cenderung ke arah titik yang lebih berat. Sehingga akan menimbulkan getaran yang pada akhirnya membuat tidak nyaman. Selain itu akan memperpendek usia komponen suspensi seperti ball joint, sokbreker, tie rod dan bushing-bushing akibat adanya getaran tersebut.



Macam-macam pengertian balance roda
a.       Balance statis.
Roda yang dalam kondisi tidak  balance statis apabila   pada roda tersebut terdapat titik yang bagian itu menjadi terlalu berat atau terlalu ringan. Spot masa pada ban akan menjadikan ban bergulir/ berputar secara tidak merata. Kondisi ini  megakibatkan saat roda  berputar juga timbul gerakan naik-turun pada porosnya.

b.      Balance dinamis
Balance dinamis terjadi ketika ada beban yang tidak merata pada satu atau kedua sisi tengah lateral ban dan pelek, sehingga menghasilkan  goyangan sisi ke sisi ban, dengan kata lain roda meliuk atau berputar sambil oleng, hall ini yang menyebabkan steer menjadi shimmy. 

        Ketidakseimbangan statis menciptakan hop atau getaran   vertikal. Ketidakseimbangan dinamis menciptakan gerakan sisi   ke sisi atau bergoyang-goyang. Umumnya roda memiliki kedua jenis ketidakseimbangan, dan memerlukan keseimbangan dinamis ( biasanya disebut sebagai balancing spin / mesin balancing) untuk menciptakan pemerataan berat. Sistem balancing mengarahkan teknisi untuk menempatkan bobot counter pada permukaan luar pelek untuk mengimbangi ketidakseimbangan. Pada pekerjaan balancing diupayakan  distribusi berat menjadi  hampir sempurna. Apabila roda ( pelek dan ban) sudah seimbang (balance) roda menjadi  tidak bergetar.. Ban akan berputar halus dan  imbang dan tenang pada porosnya.
Gejala mobil memerlukan balancing adalah:

Getaran pada roda kemudi pada kecepatan tertentu
Getaran pada lantai mobil atau kursi mobil pada kecepatan tertentu
Roda yang aus terpotong-potong
Apabila getarannya sangat kuat pada roda kemudi maka masalah ada pada roda depan
Apabila getaran terjadi pada kursi maka masalah ada di roda belakang.

Kapan Harus Melaksanakan Balancing.
Roda yang tidak balance (seimbang berat tiap sisinya) akan menyebabkan roda bergetar pada kecepatan tertentu. Kurang seimbang 1 ons saja pada roda depan akan membuat getaran yang cukup mengganggu pada kecepatan 100 km/h.
Untuk melakukan balancing pada roda, teknisi akan menempatkan timah yang berperekat ke sisi dalam velg mobil sesuai dengan kebutuhannya. Banyak orang yang terkejut akan efek dari balancing karena mobil sudah tidak bergetar lagi.
Beberapa ban berkualitas tinggi akan mempertahankan kondisi balance mereka cukup lama dan akan kehilangan balance nya secara gradual. Apabila anda mulai merasakan getaran yang tiba-tiba terjadi padahal kemarin belum ada, maka ini adalah gejala timah yang mungkin lepas. Apabila getaran nya sangat kuat pada roda kemudi maka masalah ada pada roda depan anda. Apabila getaran terjadi pada kursi anda maka masalah ada di roda belakang anda.

Mengapa roda kendaraan perlu dibalance.
Roda adalah salah komponen kendaraan yang menopang berat kendaraan. 2Roda sendiri terdiri dari ban dan pelek. Ban berputar mengikuti perubahan arah gerak kendaraan mengikuti putaran roda kemudi. Selain itu ban juga berfungsi meredam getaran dari jalan. Keausan ban sangat dipengaruhi oleh fungsi dari suspensi, steering dan penyetelan front wheel alignment. Sehingga ban dan pelek menjadi komponen yang mempunyai fungsi vital dalam kendaraan.
Kondisi roda juga sangat mempengaruhi kenyamanan dan keamanan dalam berkendara. Ban dan pelek akan mengalami perubahan kualitas dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan medan dan cara penggunaan kendaraanSaat roda berputar, terjadi gaya sentrifugal pada tiap bagian roda. Jika pada roda yang berputar masanya tidak merata, misalnya terdapat bagian spot atau titik yang berat, bagian tersebut akan akan tertarik dengan arah gaya luar dari radius roda. Gaya ini semakin kuat ketika roda berputar semakin cepat. Akibatnya roda menjadi tidak seimbang (unbalance). Roda juga mendapatkan distribusi gaya sentrifugal yang tidak merata. Gaya sentrifugal yang lebih besar pada salah satu titik roda, akan menarik dengan gaya yang kuat saat ban berputar.  Hal ini bisa mengakibatkan roda mobil bergerak ke atas dan ke bawah atau dari sisi satu ke sisi yang lainnya (oblak). Jika getaran tidak mampu diredam oleh sistim suspensi mobil,pengendara akan merasakan goncangan atau getaran akibat roda yang tidak balance.


Gambar4. Ilustrasi  sebaran bobot / masa pada roda  yang  beputar
Sebagian pendapat menyatakan  bahwa balancing roda-roda mobil tidak sebegitu dipentingkan. Mempertimbangkan trend dan issu industry, bahwa  bodi mobil sekarang pada umumnya dibuat lebih ringan dan terus dibuat semakin ringan dibandingkan dengan  generasi mobil sebelumnya, maka efek getaran yang ditimbulkan bobot komponen mobil sekitar suspensi  dan dibawah suspensi termasuk roda menjadi semakin dominan. Roda kendaraan yang tidak balance sedikit saja akan memberikan akibat yang semakin besar
Beberapa faktanya adalah, bobot mobil generasi terdahulu yang berat membantu menghasilkan peredaman yang baik pada sistem suspensi selama berkendara, sehingga   penumpang tidak terlalu merasakan datangnya getaran yang berarti. Dalam kasus ini fungsi peredaman getaran menjadi optimum sehingga mobil dinaikinya terkesan lebih lembut. 
Pertimbangan yang lain adalah teknologi ban. Penggunaan ban mobil saat ini  trend umumnya menggunakan ban profil rendah. Ban dengan profil yang lebih rendah memiliki karakter lebih responsif ( memberikan umpan balik kondisi  jalan dan respon pengemudian yang lebih baik kepada sopir ). Jika roda ada yang tidak balance sedikit (missal : setengah ons)saja akan mengakibatkan getaran yang cukup terasa pada sebagian besar kendaraan modern. Bobot ini jauh lebih kecil daripada rata-rata sepuluh tahun yang lalu. Bagi mobil yang menggunakan pelek berukuran besar dan profil  ban yang rendah, balancing roda-roda mau tidak mau menjadi suatu keharusan.

Manfaat menjaga kondisi roda mobil / kendaraan tetap balance.

Sebagai missal, diasumsikan sebuah ban yang dibeli dari toko telah terdorong dan menggelinding sejauh 7000 km. Selama perjalanan, membelok ke kiri dan kanan, mengenai gundukan dan lubang. Tidak bisa dielakkan bahwa ban mobil akan melewati berbagai kondisi permukaan jalan selama perjalanan, hal tersebut sangat mungkin mengakibatkan keausan ban menjadi tidak merata. Selama dikendarai mobil mengalami berbagai goncangan dan hentakan di perjalanan mengakibatkan data spooring mobil berubah, hal ini juga merupakan faktor yang menambah kemungkinan terjadinya keausan ban menjadi tidak merata. Getaran pada ban yang tidak balance juga menghasilkan panas pada ban karena ban seperti tergesek kekanan dan kekiri pada permukaan jalan. Hal ini turut andil dalam mempercepat keausan ban. Jadi disamping melakukan rotasi ban mobil dengan benar sesuai petunjuk pabrikan, maka roda juga musti dibalance, walaupun mobil tidak ada keluhan pada steer / pengemudian.   Pertimbangannya adalah bahwa getaran pada ban selalu ada dan berubah kondisinya. Jadi setiap periode pemakaian tertentu misalnya 8 bulan sekali atau sekitar 60.000 s/d 80.000 km sekali atau sesuai petunuk pemeliharaan ban musti dibalance. Juga pada saat ganti ban baru.
Roda-roda mobil yang tidak balance biasanya akan menghasilkan getaran ketika mobil melaju pada kecepatan tertentu. Hal.ini mengurangi kenyamanan dalam mengemudi, mempercepat keausan dan mempersingkat  umur pemakaian komponen   suspensi, komponnen sistem kemudi mobil dan ban.
Tanda pertama bahwa roda mobil  mungkin tidak tidak balance adalah ketika roda kemudi mobil mulai goyah pada kecepatan tertentu. Banyang  tidak balance  mennimbulkan getaran dan kebisingan. Ketika mengemudi dengan roda yang tidak balance, secara harfiah roda akan bergoyang-goyang dan memantul selama perjalanan dengan kata lain tidak berputar dengan lancar dan mulus.. Hal ini dapat merugikan control kemudi. Mobil-mobil generasi baru mengaplikasikan sistem suspensi yang ringan, oleh  karena itu dia lebih sensitif terhadap ketidakseimbangan / getaran apabila dibandingkan dengan mobil lama. Keausan yang terjadi pada permukaan telapak ban selama dipakai berkendara menjadikan balance roda berubah.


Untuk gambaran jika setiapmobil melaju pada kecepatan antara  60 km/jam - 80 km/jam setir mobil terasa bergetar, getaran hilang / tidak terjadi saat mobil berjalan lebih lambat atau lebih kencang  (saat mobil kecepatan dibawah 60 km/jam dan kecepatan diatas 80 km/jam getaran pada setir tidak terjadi). Kondisi ini dimungkinkan salah satu factor penyebabnya adalah roda yang tidak balance.  Stir mobil bergoyang kiri-kanan sendiri ketika melaju pada kecepatan tertentu distilahkan  “shimmy”.
Roda-roda mobil yang balance memungkinkan ban selalu menapak pada permukaan jalan dengan konstan.  Di jalan, roda yang tidak balance dapat mengangkat ban dari kontak dengan jalan dan menciptakan getaran pada steer, serta menimbulkan tambahan permasalahan  pada sistem kemudi dan rem. Kerusakan suspensi, bearing roda dan komponen kemudi dapat terjadi jika balance roda diabaikan. Roda mobil yang kondisi balance-nya benar membantu untuk  menghindari keausan prematur ban,  memperpanjang umur pakai komponen sistem suspensi serta ikut andil menurunkan konsumsi bahan bakar.
Pelaksanaan pekerjaan balance roda.
Roda dibalance pada mesin balancing. Mesin akan memutarkan roda2 secara otomatis dan menghitung berapa besarnya bobot yang dibutuhkan dan lokasi atau posisi penempelan bobot penyeimbangnya pada roda tersebut. 


            Jadi balancing roda bertujuan agar  dalam berkendara lebih nyaman dan pengemudi tidak mengalami kelelahan. Roda dan ban harus balance (seimbang) sehingga tidak terjadi getaran. Balancing roda sama penting baik bagi roda-roda mobil depan dan belakang. Sebagai hasil dari balancing roda,  pengendara/pengemudi mobil ssemestinya merasakan pemudian yang lebih halus  getaran yang minimum.
Timah Balanced
Pada proses balancing, untuk memperoleh berat seimbang dipergunakan timah khusus yang ditempelkan pada velg untuk menambah berat yang kurang (supaya seimbang). Beratnya berbeda-beda, tidak bisa ditentukan berapa banyak timah yang diperlukan untuk menyeimbangkan satu velg, baik sisi kiri maupun sisi kanan.
Timah balance ini terbagi 3 model. Pertama, timah balance model tempel, khusus dipasang pada pelek racing. Kedua, timah balance getok khusus pelek standar bawaan pabrik dan timah balance getok khusus pelek berbahan besi. Meskipun timah balance tempel bisa dipasang pada semua velg, tapi dianjurkan jangan dilakukan. Karena akan mempengaruhi tingkat akurasinya. Sebaiknya pakai timah yang sesuai dengan tipe velg.


Mengapa setelah roda-roda dibalance getaran mobil tetap ada.
Sumber-sumber getaran pada mobil sering juga terjadi walaupun semua roda sudah dibalance dengan baik getaran pada kendaraan tetap saja masih muncul atau terjadi.  Berikut adalah beberapa kondisi lainnya yang bias menjadi penyebab timbulnya getaran tersebut :
·         Ban atau pelek yang oleng berlebihan ketika berputar
·         Kesalahan atau ketidak tepatan pemasangan roda-roda pada poros
·         Kelenturan dinding ban yang tidak konsisten
·         Terdapat kerusakan pada komponen sistem rem
·         Keausan dan atau kerusakan pada komponen pendukung  pemindah       tenaga dan mesin
·         Keausan dan atau kerusakan pada komponen suspense
·         Kerusakan dan atau keausan pada bearing roda
·         Data spooring kendaraan yang tidak tepat
Diperlukan pekerjaan pengecekan lanjutan jika pekerjaan balancing roda tidak / belum mengatasi masalah getaran pada mobil. Misalnya dicek spooringnya, komponen2 sistem suspensinya dan bearing kendaraan.
Mem-balance ban dan pelek roda High performance
a.       Ketepatan tanda pemasangan ban dan  pelek.
Ban dan pelek  performa tinggi saat ini dibuat dengan fitur yang memudahkan pemasangan tepat. Pada ban dan pelek   terdapat tanda untuk mengidentifikasi tempat pemasangan yang tepat guna meminimumkan gejala radial run-out spot. Dengan mencocokkan tanda pemasangan pada pelek dan ban akan memnimalkan kebutuhan bobot balance yang akan dipasang. Tanda ini berupa bulatan dengan warna pada bagian dinding ban dekat pelek dipasang Tanda biasanya berupa bulatan kecil warna kuning, biru atau merah. Tanda tersebut diposisikan dekat cop pentil pada saat pemasangan ban kepada peleknya.



b. Variasi kekuatan pikul dinding ban
Pada suatu produksi masal ban tidak menutup kemungkinan terjadi variasi atau inkonsistensi pada kekuatan pikul / kekakuan bagian dinding ban yang akan memberikan masalah pada pengendaraan (menciptakan apa yang disebut gaya varians).Mesin balancing generasi baru dapat mendeteksi gejala ini dan sekaligus menganalisa kebutuhan dan posisi peletakan bobot balance yang tepat dalam upaya untuk menghilangkan gejala tersebut diatas. Jikaroda tidak bias dibalancing dengan tepat dapat direkomendasikan untuk penggantian ban atau peleknya.

c. Penempatan dan pemasangan bobot balance yang tepat. 
Beberapa model / desain pelek saat ini memerlukan tambahan perhatian, terutama untuk tempat memasangkan bobot balance sehubungan pertimbangan estetika dan hasil balancing yang tepat.
Pemasangan bobot balance pada pelek standar dilakukan dengan bobot klip-on   saja seperti pada gambar.  Cara ini dilakukan juga pada pelek baja/bawaan mobil. Berbagai variasi dan bentuk dan ukuran bobot dipilih menyesuaikan dengan kebutuhan dan jenis atau bentuk peleknya.



Pemasangan bobot campuran yaitu bobot  klip-on dan bobot tempel ditempatkan sedemikian rupa yang temple dibalik jari-jari pelek .



Penggunaan bobot perekat biasanya disediakan untuk krom atau roda lainnya dengan finishing halus. Pesawat keseimbangan mempertahankan bobot balik wajah roda.Suatu cara pempatan balance yang khusus yaitu dibalik rim pelek bagian tengah dalam upaya memperoleh kondisi roda yang balance.

Minggu, 01 Maret 2015

contoh karya ilmiah motor bensin

MOTOR BENSIN
BAB I
PENDAHULUAN


A.    LATAR BELAKANG
Sistem bahan bakar dalam suatu mesin merupakan suatu sistem yang sangat dominan dalam menentukan unjuk kerja mesin .Suatu rangkaian mesin motor ,akan memberikan daya yang optimal bila seluruh sistem yang bekerja pada motor tersebut berfungsi dengan baik begitu pula kerja pada sistem bahan bakar ,kelancaran kerja pada sistem ini akan berpengaruh besar pada efisiensi dan daya kerja motor .Salah satu cara agar sistem bahan bakar bekerja dengan optimal yaitu dengan perawatan dan perbaikan sistem bahan bakar.
B.     IDENTIFIKASI MASALAH
Sistem bahan bakar akan bekerja optimal jika seluruh komponen bekerja dengan baik sesuai dengan yang dikehendaki. Secara garis besar kendala yang sering terjadi pada sistem bahan bakar adalah :
1. Bahan bakar
2. Komponen yang bekerja untuk menyalurkan bahan bakar
3. Mekanisme mesin untuk menarik bahan bakar ke silinder

C.   PEMBATASAN MASALAH

Pembatasan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini yaitu mengenai komponen dan system yang bekerja untuk menyalurkan bahan bakar dengan karburator type arus turun. Dalam makalah ini akan dibahas prinsip kerja dan kerusakanyangseringterjadi pada komponen sistem bahan bakar.

D.   RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang masalah, identifikasi masalah dan pembatasan masalah maka rumusan masalah dalam makalah ini adalah komponen dan system apa saja yang bekerja untuk menyalurkan bahan bakar dengan karburator type arus turun serta bagaimanaprinsip kerja dan kerusakan apa yang sering terjadi pada komponen system bahan bakar
Tujuan diberikannya perwatan dan perbaikan sistem bahan bakar, yaitu:
1. Mencegah kerusakan mesin karena buruknya sistem bahan bakar
2. Meningkatkan efisiensi daya kerja mesin

E.   MANFAAT

Manfaat yang bisa diperoleh jika sistem bahan bakar bekerja dengan baik :
1. Memperpanjang umur mesin
2. Mendapatkan efisiensi kerja sesuai dengan yang diharapkan
3. Kenyamanan berkendara karena mesin bekerja dengan baik




BAB II
PEMBAHASAN
Suatu mesin terdiri atas berbagai sistem penunjang misalnya :Sistem bahan bakar sistem pendingin ,sistem pelumasan ,sistem pengapian dan kelistrikan.
Kerja sama dari seluruh sistem ini akan membuat mesin bekerja sesuai dengan yang dikehendaki ,bahkan beberapa modifikasi yang dilakukan pada salah satu sistem saja dapat merubah kinerja suatu mesin ,entah itu meningkat atau menurun.
Setiap sistem dalam mesin terbagi lagi atas beberapa sub – sistem dimana setiap sub – sistem terbagi atas banyak komponen yang bekerja mendukung sistem agar berfungsi dengan baik. Salah satu cara untuk menjaga komponen – komponen dalam suatu sistem tetap berfungsi dengan baik yaitu dengan memberikan perawatan yang intensif dan melakukan perbaikan secara berkala jika diperlukan. Begitu pula yang terjadi pada sistem bahan bakar sistem ini akan bekerja dengan baik jika kita memberikan perawatan yang intensif.
Sistem bahan bakar meru pakan catu daya utama dalam usaha penbangkitan daya motor, maka perawatan dan perbaikan mutlak diperlukan. Berikut aka dijelaskan penbahasan mengenai sistem bahan bakar dan cara perawatan yang sebaiknya dilakukan.
A.   SKEMA  SISTEM  BAHAN BAKAR
Sistem bahan bakar terdiri dari beberapa komponen, dimulai dari tangki bahan bakar sampai pada charcoal canister .Bahan bakar dalam tangki akan disalurkan ke  karburator oleh pompa bensin ,melalui selang dan saringan bensin. Karburator menyalurkan ke mesin sejumlah bahan bakar yang dibutuhkan berupa campuran udara dan bahan bakar yang dikabutkan ,dan masuk melalui manifold ke ruang silinder.



B.   KOMPONEN SISTEM BAHAN BAKAR DAN CARA PERAWATAN
1. Tangki bahan bakar
Umumnya tangki bahan bakar terbuat dari plat baja tipis ,biasanya diletakkan dibagianbawah / belakang kendaraan. Tangki bagian dalam dilapisi bahan pelapis anti karat,dandilengkapi sparator untuk mencegah goncangan saat mobil berjalan dijalan kasar atau saat direm tiba – tiba.Bahan bakar dihisap melalui fuel inlet tube yang ditempatkan 2 – 3 cm dibagian terendah tangki.
Bila tangki bensin tidak diisi dengan penuh ,uap didalam tangki akan mengembun padadinding – dinding tangki .Dan karena air lebih berat daripada bensin maka air trersebut langsung turun kebagian bawah tangki.Bila air yang timbul banyak maka akan menyebabkan kesukaran pada mesin., bila pengembunan pada tangki sedikit maka akan timbul karat. Oleh karena itu usahakan bensin dalam tangki selalu terjaga volumenya ,dan jika perlu secara berkala bersihkanlah tangki dari korosi dan endapan.
2. Saringan bahan bakar dan pompa
Bensin terkadang membawa kotoran dan air yang bisa menghambat saluran – saluran \yang ada pada karburator ,maka untuk menyaringnya dipasang sebuah saringan bahan bakar /bensin.
a.      Saringan bensin
Saringan bensin diletakkan diantara tangki bensin dan pompa bensin yang berfungsi untuk menyaring kotoran dan air.
Kendala yang sering terjadi pada saringan bahan bakar,yaitu :
Jika saringan bensin tersumbat maka aliran bensin akan terhambat ,dan jumlah bensin yang masuk ke karburator akan berkurang ,itu menyebabkan tenaga mesin turun, efeknya akan sangat terasa bila kendaraan sedang melaju dengan kecepatan tinggi atau pada beban berat.Oleh karena itu membersihkan saringan bahan bakar secara berkala merupakan langkah yang sesuai untuk menjaga aliran bensin tetap konstan, pada jenis tertentu ada saringan bensin yang elemennya dapat diganti, seperti pada saringan bensin model katrid
b.      Pompa bensin
Karena letak tangki bahan bakar yang lebih rendah dari karburator maka bahan bakar tidak dapat mengalir dengan sendirinya ,danoleh karena itu dibutuhkan sebuah pompa bahan bakar.Ada dua type pompa yaitu mekanik dan elektrik.
      Penghisapan : Langkah isap bekerja ketika diaphrgma turun kebawah dan membuka katup masuk sedangkan katup buang tertutup dan menyebabkan vakum disaluran masuk, bensin terhisap .
      Penyaluran : langkah penyaluran bekerja ketika diaphragma terangkat keatas dan menekan katup buang sehingga terbuka ,sedangkan katup masuk tertutup akhirnya bensin keluar melalui saluran buang.
      Pump idling : Jika bahan bakar yang tersedia pada karburator sudah cukup maka diaphragma tidak tertekan keatas oleh pegas ,itu berarti kondisi diaphragma diam tidak melakukan pemompaan.
Kendala yang sering terjadi : Saluran – saluran pada pompa kadang tersumbat oleh kotoran – kotoran yang tidak tersaring ,ini menyebabkan bensin sulit terangkat menuju karburator menjadikan mesin susah hidup.
Perawatan yang bisa dilakukan pada pompa bensin ,hanyalah sering – seringmembersihkan. Kalau mesin sukar untuk hidup kemungkinan pompa bahan bakar tersumbat.
3. Karburator
Fungsi dari karburator adalah memberikan campuran udara dan bensin yang sesuai untukdapat diubah menjadi energi yang dapat menggerakan mekanisme mesin. Prinsip karburator yaitu menggunakan asas debit aliran fluida ,dimana aliran udara akan bertambah cepat bila melalui saluran udara yang menyempit sedangkan tekanannya menurun
Sedangkan konstruksi karburator yang sebenarnya dapat dibagi menjadi beberapa sub sistem, yaitu :
a.       Sistem pokok : Sistem pelampung
b.      Sistem stasioner dan kecepatan lambat
c.       Primary high speed system
d.      Secondary high speed sistem
e.       Power sistem
f.       Sistem cuk
g.      Sistem tambahan : Fast idle mekanisme
h.      Unloader mekanisme
i.        Choke opener
j.        Sistem dash pot
k.      Thermostatik valve
l.        A.A.P
m.    Throttle positioner
n.      Heat control valve
o.      P.C.V
Perawatan untuk karburator yaitu membersihkan saluran – saluran dan komponen pada karburator ,tapi karena kerburator dibuat sangat teliti sedapat mungkin hindarilah bongkar pasang jika tidak perlu.

C.    SISTEM PELAMPUNG

Fungsi dari sistem pelampung yaitu menjaga agar perbedaan tinggi antara permukaanbensin dan bibir nosel tetap ,sistem pelampung diperlukan karena kevacuman pada venturi akan terus menyedot bensin dari nosel utama. Sistem pelampung bekerja ketika permukaan bensin menurun dan membuat pelampung ikut turun ,sehingga membuat needle valve membuka saluran bensin ,dan mengalirkan bahan bakar sehingga memenuhi kembakli ruang pelampung dan mengangkat pelampung yang sekaligus menganglat needle valve dan menutup saluran bensin. Siklus ini terus berulang sesuai dengan kebutuhan bensin didalam ruang pelampung.
Kendala yang sering terjadi :
         Penyumbatan air vent tube oleh kotoran ,menyebabkan perbedaan tekanan antara air horn dan ruang pelampungsehinggga campuran yang masuk ke ruang bakar menjadi kaya ,ini menyebabkan daya mesin turun karena kekurangan udara.
         Pembentukan kotoran diujung needle valve akan mengakibatkan saluran bensin tidak mau tertutup ,sehingga permukaan bensin melebihi batas yang sudah ditentukan

D.    SISTEM STATIONER DAN KECEPATAN LAMBAT
Bila mesin berputar lambat dan throttle valve terbuka sedikit maka jumlah udara yangmasuk ke karburator sangat sedikit, jadi vakum yang terjadi pada venturi kecil ,dan bahan bakar tidak disalurkan oleh nosel utama .Oleh sebab itu primary low speed circuit \ dipergunakan untuk menyalurkan bahan bakar dibawah throttle valve saat mesin berputar
a. Bila mesin berputar idling
Bila throttle valve ditutup maka vakum yang terjadi pada bagian bawah throttle valve besar .hal ini menyebabka bahan bakar yang bercampur dengan udara dari air bleder keluar dari idle port ke intake manifold dan masuk kedalam silinder , campuran udara dan bensin yang diperlukan agar mesin berputar idling yaitu 11 : 1
b. Bila throttle valve terbuka sedikit
Bila throttle valve terbuka sedikit dari keadaan idle ,maka jumlah udara yang mengalir bertambah .Hal ini menyebabkan vakum dibawah throttle valve menjadi berkurang ,sehingga bahan bakar menjadi kurus .Untuk mencegah hal itu maka saat throttle valve terbuka sedikit ,slow port mengeluarkan bahan bakar.

Fungsi dan prinsip kerja komponen :
1. Sekrup penyetel campuran idle
Berfungsi untuk membuat campuran udara dan bensin agar mesin berputar idle ,dengan cara memutar skrup
2. Slow jet
Berfungsi untuk mengkontrol jumlah bensin yang disuplai untuk primary low speed.
3. Air bleder
Berfungsi untuk membantu atomisasi bensin agar mudah tercampur dengan udara
4. Economiser jet
Berfungsi untuk menambah kecepatan aliran bensin
5. Katup solenoid
Berfungsi untuk mencegah terjadinya dieseling pada motor bensin Dieseling adalah berputarnya mesin seteleh kunci kontak posisi “OFF” yang bias disebabkan karena over heating pada mesin. Solenoid akan menutup aliran bahan bakar ketika kunci kontak off.
Kendala yang sering terjadi :
- kendaraan sering kali tidak mau berputar stationer, oleh karena itu sesuaikan dahulu skrup penyetel campuran idle, atau bisa jadi katup solenoid bermasalah
- bila skrup penyetel campuran idle dikeraskan terlalu keras ,ujung jarum sekrup akan rusak sehingga akan sulit untuk menentukan campuran yang bagus
- penyumbatan didalam slow jet akan menyebabkan putaran mesin kasar
- penyumbatan didalam air bleder membuat udara tidak mampu untuk mencampur bensin yang akan disalurkan oleh idle dan slow port, ini menyebabkan campuran bensin menjadi kaya.

E. PRIMARY HIGH SPEED SISTEM

Merupakan suatu sistem yang berfungsi mensuplay bensin pada saat kendaraan berjalansedang atau pada kecepatan tinggi. Sistem ini menyediakan campuran udara dan bensin yang ekonomis yaitu : 16 – 18 : 1 cara kerja sistem ini yaitu pada saat throttle valve dibuka maka kecepatan aliran udara di nosel utama bertambah dan bahan bakar didalam ruang pelampung mengalir setelah sebelumnya dicampur dengan udara oleh air bleder.
Fungsi dan prinsip kerja komponen :
1. main jet
untuk mengkontrol jumlah bensin yang disalurkan oleh primary high speed system
2. air bleder
berfungsi untuk mengatomisasi bensin agar mudah untuk bercampur dengan udara,apabila tekanan udara di nosel utama turun ,udara akan masuk ke air bleder .
“kendala yang sering terjadi : penyumbatan pada main jet akan menyebabkan putaran mesin tidak rata dan ini akan berpengaruh pada low speed system”

F.     SECONDARY HIGH SPEED SISTEM

Merupakan suatu sistem yang fungsinya disusun samaseperti primary high speed sistem,tetapi karena secondary high speed sistem direncanakan untuk bekerja bila mesin membutuhkan out put yang besar maka ukuran (diameter) dari pada nosel, venture dan jet dibuat lebih besar daripada yang diberikan pada sistem primary. Mekanisme dari system secondary high speed bekerja bila mesin berputar pada kecepatan tinggi dan dibawah beban berat. Mekanisme ini ada dua tipe, yaitu :

1. Tipe Damper Valve (bobot)
Pada tipe ini, bobot dihubungkan dengan poros throttle valve diatas katup seconder (HSV=High speed valve). Tipe ini bekerja berdasarkan kevakuman pada intake manifold.
Cara kerja sistem ini yaitu pada saat primary throttle valve membuka sekitar 550, secondary throttle valve baru membuka. Apabila putaran mesin ditambah, tekanan dibawah high speed valve akan semakin rendah dan perbedaan tekanan di atas dan di bawah high speed valve akan semakin besar pula. Sehingga tekanan udara mampu melawan bobot dan terbukalah high speed valve. Sehingga udara mengalir melalui primary ventury, secondary small ventury dan bahan bakar mengalir ke small ventury melalui secondary main jet, bercampur dengan udara dari main air bleeder dan keluar ke main nosel.
2. Tipe vacum diaphragm
Pada tipe ini, untuk membuka secondary throttle valve, maka secondary throttle valvedihubungkan dengan diaphragma dan diaphragma mengambil kevakuman dari venturi. Cara kerja vakum diaphragma yaitu bilamesin bberputar pada putaran rendah, vakum  yang dihasilkan oleh vakum bleeder pada primary masih lemah, sehingga vakum didalam rumah diaphragma juga masih lemah, dan secondary throttle valve belum bisa membuka. Bila secondary throttle valve terbuka, vakum yang timbul pada rumah diaphragm menjadi kuat dan secondary throttle valve membuka semakin besar. Hal ini menyebabkan udara mengalir ke secondary ventury dan bahan baker keliar dari secondary nozzle.
Kendala yang sering terjadi : Jika secondary slow port rusak, secondary throttle valve tidak akan terbuka dengan lembut, sehingga mesin akan mati bila diakselerasi

G.  SISTEM TENAGA (POWER SISTEM)

Primary high speed sistem mempunyai perencanaan untuk pemakaian bahan bakar yangekonomis,tetapi untuk menghasilkan tenaga yang besar, maka harus ada tambahan bahan bakar ke primary high speed sistem. Tambahan bahan bakar disupply oleh power system sehingga campuran udara bahan bakar menjadi kaya (12-13 :1). Bila primary throttle valve hanya terbuka sedikit (pada beban ringan) kevakuman pada intake manifold besar, sehingga power piston akan terhisap pada posisi atas. Hal ini akan menyebabkan power valve spring (B) menahan power valve, sehingga power valve tertutup. Tetapi bila primar
y throttle valve dibuka agak lebar (pada kecepatan tinggi atau jalan menanjak) maka kevakuman pada intake manifold berkurang dan power piston terdorong ke bawah aleh power valve spring (A) sehingga power valve terbuka. Bila hal ini terjadi, bahan baker akan disupply dari power jet dan pimary main jet ke sistem kecepatan tinggi sehingga campuran menjadi kaya. Fungsi dan prinsip kerja komponen :
1. Primary main jet : Sebagai saluran pengubung dari pelampung menuju nozel utama
2. Power valve : Merupakan pintu penutup dan pembuka saluran tenaga
3. Power piston : Sebagai pengatur pembukaan piston valve
4. Power valve spring : Menekan power valve keatas saat keadaan normal
5. Power piston spring : Menekan power piston kebawah saat vacuum berkurang

H. SISTEM PERCEPATAN

Pada saat pedal gas diinjak secara tiba-tiba, throttle valve akan membuka secara tiba-tibapula, sehingga aliran udara menjadi lebih cepat. Akan tetapi karena bahan bakar lebih berat dai udara maka bahan bakar akan datang terlambat sehingga campuran menjadi terlalu kurus, padahal pada saat ini dibutuhkan campuran yang kaya. Untuk itu pada karburator dilengkapi dengan sistem percepatan.
Cara kerja sistem ini yaitu pada saat pedal gas diinjak secara tiba-tiba plunger pumpbergerak turun menekan bahan bakar yang ada pada ruangan di bawah plunger pump.Akibatnya bahan bakar akan mendorong steel ball out-let dan discharge weight kemudian bahan bakar keluar ke primary ventury melalui pump jet. Setelah melakukan penekanan tersebut, plunger pump kembali ke posisi semula dengan adanya pegas yang ada di bawah plunger sehingga bahan bakar dari ruang pelampung terhisap melalui steel ball inlet dan sistem percepatan siap untuk dipakai.

I.    SISTEM CHOOKE

Pada saat mesin dingin bensin tidak akan menguap dengan baik dan sebagian campuranudara dan bensin yang mengalir akan mengembun didinding intake manifold karena dinding intake manifold dalam keadaan dingin. Dan ini akan menyebabkan campuran udara – bensin menjadi kurus sehingga mesin sukar hidup. Sistem choke membuat campuran udara – bensin menjadi kaya (1 : 1) yang disalurkan kedalam silinder bila mesin masih dingin. Ada dua type system chuk :

1. Type manual : Membuka dan menutupnya choke diatur oleh pengemudi
2. Type automatic : Katup membuka secara otomatis tergantung temperatur mesin dan temperatur ruang mesin.

Type automatic ada dua macam, yaitu :

Menggunakan sensor panas coil housing dipasangkan diluar karburator, dimana coil housing ini dihubungkan pada air cleaner oleh pipa pemanas. Pipa pemanas sebelum masuk kecoil housing,terlebih dahulu dimasukan ke exhouse manifold. Ruang dibawah vacuum piston dihubungkan dengan intake manifold
Pada saat mesin dingin, coil spring mengembang dan menggerakkan vacuum piston keatas sehingga katup choke tertutup, karena ruangan dibawah vacuum piston dihubungkan dengan intake manifold, maka vacuum piston condong ubtuk bergerak kebawah pada saat mesin hidup. Akan tatapi vacum piston belum dapat bergerak karena masih ditahan oleh coil spring yang masih mengembang. Sementara itu coil spring dipanasi dengan udara dan air cleaner yang mengalir ke coil housing melalui pipa pemanas yang terdapat didalam exhaust manifold. Setelah panas, coil spring mengkerut dan vacuum piston bergerak kebawah sehingga katup choke pun terbuka , katup choke tertutup pada temperatur 25 º C
Model electric
Pada saat mesin distart : katup choke akan tertutup rapat pada saat etmperatur mencapai sekitar 25 º celcius oleh pegas termostatik (be-metal). Bila mesin dihidupkan dalam keadaan katup choke tertutup, maka akan terjadi kevakuman dibawah katup cuk. Hal ini akan menyebabkan bensin akan disalurkan oleh primary low dan high speed system dan menyebabkan campuran menjadi kaya.
Setelah mesin distart : Bila mesin distart, pada terminal “L”timbul arus dari voltage regulator, arus tersebut akan mengalir ke choke relay, sehingga choke relay menjadi “ON”. Akibatnya arus dari ignition switch mengalir melewati choke relay menuju ke electric heat coil – massa. Bila electric heat coil membara/panas maka be- metal element akan mengembang dan akan membuka choke valve. PTC berfungsi untuk mencegah arus yang berlebihan yang mengalir dari electric heat coil, bila katup choke telah terbuka (temperatur dalam rumah pegas mencapai100 º C)

J.  FAST IDLE MECHANISM

Sistem ini digunakan untuk menaikkan putaran idle saat temperatur rendah (saattemperatur rendah campuran yang dibutuhkan adalah campuran kaya), system ini bekerja saat katup choke masih tertutup dengan membuka sedikit throttle valve

K.  UN LOADER MECHANISM

System ini biasanya hanya ada pada karburator dengan system choke otomatis. System ini berfungsi untuk mencegah agar campuran tidak terlampau kaya saat mesin dalam kondisi dingin, keadaan katup chuk tertutup dan kendaraan dalam keadaan dijalankan ( bila katup choke tertutup saat diakselerasi maka kendaraan akan berhenti dengan tiba- tiba ).

L.  CHOKE BREAKER

Untuk penyempurnaan system choke type otomatis maka diberikan suatu system chokebreaker dimana system ini bekerja untuk membuka katup choke secara perlahan setelah mesin distart, dengan menggunakan asas kevacuman pada intake manifold. Karena bila katup choke tertutup terlalu lama setelah distart maka campuran yang dihasilkan pun akan semakin kaya

M.  CHOKE OPENER

System ini bias dikatakan sebagai system backup dari system choke otomatis, dimanamungkin karena suatu sebab tertentu system choke otomatis tidak berfungsi, dimana system ini akan membuat katup choke terbuka penuh. Bila mesin telah dipanaskan, TVSV dalam water jacket pada intake manifold membuka, sehingga memungkinkan terjadinya kevacuman dan choke opener membuka ( fast idle mechanism dan choke opener membuka katup choke pada saat yang bersamaan )

N.  DASH POT

System ini mencegah agar pasokan bensin tidak terlalu kaya saat pedal gas dilepas secaratiba- tiba, karena saat pedal gas dilepas tiba – tiba maka thritle valve akan tertutup dengan penuh ( jika bensin yang terhisap lebih banyak dibandingkan udara maka berpotensi untuk menimbulkan gas CO pada gas buang )

O.  THERMOSTATIC VALVE

Bila kendaraan berjalan pada jalan yang macet dan cuaca panas, ruang mesin akanmenjadi relatif panas. Akibatnya bensin akan mudah sekali menguap dan mungkin meluap ke venturi . Campuran menjadi terlalu kaya yang menyebabkan mesin mati, idling kasar dan susahuntuk distart. Untuk mencegah keadaan diatas, pada karburator dilengkapi dengan thermostatic valve( katup dilengkapi dengan be- metal yang akan mulai membuka bila suhu pada ruang mesin mecapai 60 º C dan membuka penuh pada 75 º C )

P.  AUXILIARY ACCELERATION PUMP (AAP)

System ini berfungsi untuk menambah bensin yang disalurkan oleh pompa akselerasiutama pada saat mesin dingin. Bila temperatur masih dingin, TVSV terbuka dan karena ruang A pada AAP dihubungkan dengan kevacuman pada intake manifold maka ruang A akan timbulkevacuman juga. Hal ini akan mengakibatkan diapraghna akan terhisap dan bensin akan masuk ke ruang B pada AAP. Jika pada saat ini pedal gas diinjak, kevacuman pada intake manifold akan menjadi rendah sehingga diapraghma akan didorong keposisi semula oleh tegangan pegas dan bensin akan keluar melalui nosel akselerasi. Bila mesin telah panas maka TVSV akan tertutup dan AAP tidak bekerja

Q.  THROTLE POSITIONER SISTEM

Bila secara tiba- tiba pedal gas dilepaskan maka throttle valve dengan cepat akan beradapada posisi putaran lambat, hal ini menyebabkan campuran udara dan bensin menjadi tidak normal (bila campuran tidak normal pada pembakaran akan banyak terdapat HC (hydrocarbon ) dan CO (carbondioxide). Sistem ini berfungsi untuk menahan throttle valve setelah pedal gas dilepaskan.

R.  HEAT CONTROL VALVE ( TOYOTA 2F )

Fungsi dari system ini adalah untuk mempertahankan temperatur pada exhaust manifold,oleh karenanya dibuatlah semacam katup untuk menutup dan membuka aliran gas buang. Kerja heat control valve :
Pada saat mesin dingin : Pada saat bimetal mengembang kesisi luar, poros heat control valve berputar berlawanan arah jarum jam, sehingga gas buang mengalir diatas heat control valve
Pada saat mesin panas : Setelah pemanasan poros heat control valve akan mengkerut kearah dalam searah jarum jam, sehingga gas buang mengalir melalui bawah heat control valve


S.  POSITIVE CRANKCASE VENTILATION SYSTEM

PCV system dilengkapi untuk mencegah mengalirnya blow by gas (campuran udara danbensin yang bocor) ke udara luar. Pencegahan tersebut dilakukan dengan jalan mengalirkan kembali blow by gas ke intake manifold yang seterusnya dibakar kembali keruang bakar Prinsip kerja system yaitu : Pada saat mesin mati atau terjadi back fir, dengan adanya pegas, v alve tertekan kebawah menutup saluran yang menghubungkan intake manifold dan crankcase Pada putaran idling atau saat pengurangan kecepatan, kevacuman intake manifold tinggi, sedangkan valve akan tertarik keatas ( kebagian intake manifold ) untuk memperkecil luas saluran gas sehingga aliran gas ke intake manifold berkurang Pada saat mesin bekerja normal, kevacuman pada intake manifold lebih rendah daripada keadaan diatas, hal ini akan mengakibatkan valve bergerak turun sehingga luas saluran gas menjadi lebih luas Pada saat akselerasi atau pada saat beban berat kevacuman pada intake manifold lebih rendah lagisehingga valve akan bergerak lebih turun lagi tetapi belum menutup, jadi luas saluran gas menjadi maksimum, yang mana blow by gas akan mengalir ke intake manifold dalam jumlah yang besar ( bila gas yang dihasilkan melebihi kapasitas saluran gas pada valve, gas akan dialirkan pada karburator melalui selang ( hose )yang dipasangkan antara kepala silinder dan saringan udara. System tambahan yang terdapat pada karburator sifatnya fariatif, dan tidak selalu terdapat pada semua karburator, selain system tambahan yang terdapat diatas masih ada system tambahan lain. Seluruh system tambahan yang terdapat pada karburator relatif tidak begitu penting, dalam arti karburator masih dapat berfungsi sekalipun tidak dilengkapi dedngan system tambahan





BAB II
PENUTUP
Seluruh system dan komponen yang terdapat dalam system bahan bakar merupakankomponen yang dibuat secara presisi, dan perhitungan – perhitungan yang diterapkan pada system bahan bakar telah diperhitungkan secara akurat, maka dari itu sedapat mungkin hindarilah bongkar pasang yang tidak perlu pada system bahan bakar, terutama pada komponen karburator . Modifikasi pada system bahan bakar diharapkan tidak dilakukan, karena system bahan bakar telah diperhitungkan secara cermat, agar mesin memperoleh tenaga yang maksimal.
Mesin mobil merupakan pembangkit tenaga (gerak), pada mesin inilah dibangkitkan tenaga yang kemudian menlmbulkan gerak putar. Bagian-bagian motor dapat dipisahkan menjadi dua yakni bagian yang bergerak dan bagian yang tak bergerak. Sistim yang ada pada sebuah motor terdiri atas sistem bahan bakar, sistim pelumasan, dan sistim pendingin Motor dibedakan dari proses kerjanya yaitu motor empat (4) takt dan motor 2 takt. Sedangkan berdasarkan penyalaan bahan bakarnya motor juga dibedakan menjadi 2 yaitu motor bensin dan motor diesel.
Motor bensin dan motor diesel bekerja dengan torak bolak balik (naik turun pada motor gerak). Keduanya bekerja pada prinsip 4 langkah dan prinsip ini umumnya digunakan pada teknik mobil. Untuk motor dengan penyalaan busi disebut motor bensin dengan menggunakan bahan bakar bensin(premium), sedangkan untuk motor diesel menggunakan bahan bakar solar atau minyak diesel.
Dalam proses pembakaran tenaga panas bahan bakar diubah ketenaga mekanik melalui pembakaran bahan bakar didalam motor. Pembakaran adalah proses kimia dimana Karbondioksida dan zat air bergabung dengan oksigen dalam udara. Jika pembakaran berlangsung maka diperlukan : a)Bahan bakar dan udara dimasukkan kedalam motor b)Bahan bakar dipanaskan hingga suhu tinggi Pembakaran menimbulkan panas dan menghasilkan tekanan, kemudian menghasilkan tenaga mekanik. Campuran masuk kedalam motor mengandung udara dan bahan bakar. Perbandingan campuran kira kira 12-15 berbanding 1 setara 12-15 kg udara dalam 1 kg bahan bakar. Yaitu karbon dioksida 85% dan zat asam (Oksigen) 15 % atau 1/5 bagian dengan karbon dioksida dan zat air. Zat lemas (N) tidak mengambil bagian dalam pembakaran. Jika diperhatikan lebih jauh terdapat banyak perbedaan antara motor bensin dan motor diesel:

Perbedaan motor diesel dan bensin:

1.    Gas yang diisap pada langkah motor bensin adalah campuran antara bahan bakar dan udarasedangkan pada motor diesel adalah udara murni.
2.    Bahan bakar pada motor bensin terbakar oleh loncatan bunga api busi, sedangkan pada motor diesel oleh suhu kompresi tinggi.
3.    Motor bensin menggunakan busi sedangkan motor diesel menggunakan injector (nozzel)

Kelebihan dan kekurangan antara motor bensin dan motor diesel

Kelebihan :
       Getaran motor bensin lebih halus dan pada ukuran dan kapasitas yang sama mesin motor bensin lebih ringan
Kekurangan :
       Motor bensin tidak tahan bekerja terus-menerus dalam waktun yang lama sedangkan dieselsebaliknya. Dengan medan yang berat
       Motor bensin peka pada suhu yang tinggi terutama komponen system pengapiannya,sedangkan motor diesel tahan bekerja pada suhu yang tinggi
       Bahan bakar motor bensin harus bermutu baik karena peka terhadap bahan bakar, beda dengan dengan motor diesel hampir dapat menggunakan bahan bakar dari berbagai jenis dan mutu. Keduanya baik motor bensin dan diesel keduanya bekerja dengan proses 4 tak dan 2 tak, dimana motor 4 tak adalah motor yang bekerja setiap satu kali pembakaran bahanbakamya memerlukan 4 kali langkah piston atau 2 kali putaran poros engkol.





PRINSIP KERJA MOTOR BENSIN EMPAT LANGKAH
1.          Langkah Hisap

Dalam langkah ini, campuran bahan bakar dan bensin di hisap ke dalam silinder.Katup hisap membuka sedangkan katup buang tertutup. Waktu torak bergerak dari titik mati atas ( TMA ) ke titik mati bawah (TMB), menyebabkan ruang silinder menjadi vakum dan menyebabkan masuknya campuran udara dan bahan bakar ke dalam silinder yang disebabkan adanya tekanan udara luar. ( Sumber: New Step 1, hal 3 — 4).

2.      Langkah Kompresi

Dalam langkah ini, campuran udara dan bahan bakar dikompresikan. Katup hisap dan katup buang tertutup. Waktu torak naik dari titik mati bawah (TMB) ke titik mati atas (TMA), campuran yang dihisap tadi dikompresikan. Akibatnya tekanan dan temperaturnya akan naik, sehingga akan mudah terbakar. Saat inilah percikan api dari busi terjadi . Poros engkol berputar satu kali ketika torak mencapai titk mati atas ( TMA). ( Sumber : New Step 1, hal 3 -4)

3.      Langkah Usaha

Dalam langkah ini, mesin menghasilkan tenaga untuk menggerakkan kendaraan. Saat torak mencapai titik mati atas ( TMA ) pada saat langkah kompresi, busi memberikan loncatan bunga api pada campuran yang  telah dikompresikan. Dengan adanya pembakaran, kekuatan dari tekanan gas pembakaran yang tinggi mendorong torak ke bawah. Usaha ini yang menjadi tenaga mesin.

4.      Langkah Buang

Dalam langkah ini, gas yang sudah terbakar, akan dibuang ke luar silinder. Katup buang membuka sedangkan katup hisap tertutup.Waktu torak bergarak dari titik mati bawah ( TMB ) ke titik mati atas ( TMA ), mendorong gas bekas keluar dari silinder. Pada saat akhir langkah buang dan awal langkah hisap kedua katup akan membuka sedikit ( valve overlap ) yang berfungsi sebagai langkah pembilasan ( campuran udara dan bahan bakar baru mendorong gas sisa hasil pembakaran ). Ketika torak mencapai TMA, akan mulai bergerak lagi untuk persiapan langkah berikutnya, yaitu langkah hisap. Poros engkol telah melakukan 2 putaran penuh dalam satu siklus yang terdiri dari empat langkah yaitu, 1 langkah hisap, 1 langkah kompresi, 1 langkah usaha,
1 langkah buang yang merupakan dasar kerja dari pada mesin empat langkah.

Proses Kerja adalah keseluruhan langkah yang berurutan untuk terjadinya satu siklus kerja dari motor. Proses kerja ini terjadi berurutan dan berulang-ulang. Piston motor bergerak bolak balik dari titik mati atas (TMA) ke titik mati bawah (TMB) dan dari titik mati bawah (TMB) ke titik mati atas (TMA) pada langkah selanjutnya

Pada motor empat langkah, proses kerja motor diselesaikan dalam empat langkah piston. Langkah pertama yaitu piston bergerak dari TMA ke TMB, disebut langkah pengisian. Langkah kedua yaitu piston bergerak dari TMB ke TMA disebut langkah kompresi. Langkah ketiga piston bergerak dari TMA ke TMB disebut langkah usaha. Pada langkah usaha in terjadilah proses pembakaran bahan bakar (campuran udara dan bahan bakar) didalam silinder motor / ruang pembakaran yang menghasilkan tenaga yang mendorong piston dariTMA keTMB. Langkah keempat yaitu piston bergerak dari TMB ke TMA disebut langkah pembuangan. Gas hasil pembakaran didorong oleh piston keluar silinder motor. Jadi pada motor empat langkah proses kerja mptor untuk menghasilkan satu langkah usaha (yang menghasilkan tenaga) diperlukan empat langkah piston. Empat langkah piston berarti sama dengan dua kali putaran poros engkol.

Pada motor dua langkah proses kerja motornya untuk mendapatkan satu kali langkah usaha hanya diperlukan dau kali langkah piston. Motor dua langkah yang paling sederhana, pintu masuk atau lubang masuk dan lubang buang terletak berhadap-hadapan yaitu berada pada sisi bawah pada dinding silinder motor. Proses kerjanya adalah sebagai berikut. Piston berada TMB, kedua lubang (masuk dan buang) sama sama terbuka kemudian campuran udara dan bahan bakar dimasukkan kedalam silinder melalui lubang masuk. Gerakan piston dari TMB ke TMA, maka lubang masukakan tertutup dan tertutup pula lubang buang.maka terjadilah langkah kompresi. Pada akhir langkah kompresi ini terjadilah pembakaran gas bahan bakar. Dengan terjadinya pembakaran gas bahan bakar maka dihasilkan tenaga pembakaran yang mendorong piston ke bawah dari TMA ke TMB. Langkah usaha terakhir terjadilah pembuangan gas bekas begitu terbuka lubang buang. Sesudah itu terbuka pula lubang masuk sehingga terjadi pemasukkan gas baru sekaligus mendorong mendorong gas bekas keluar melalui lubang buang. Dengan demikian pada motor dua langkah proses motor untuk menghasilkan satu kali langkah usaha / pembakaran gas dalam silinder , hanya diperlukan dua langkah piston . dilihat dari putaran poros engkolnya diperlukan satu kali putaran poros engkol.


BALANCING

Balancing Balancing bisa diartikan, menimbang sisi-sisi ban dan pelek untuk mencapai bobot seimbang. Manfaatnya untuk menghindari getaran...