Balancing
Balancing bisa
diartikan, menimbang sisi-sisi ban dan pelek untuk mencapai bobot seimbang.
Manfaatnya untuk menghindari getaran pada lingkar kemudi saat mobil berjalan, baik pada kecepatan rendah
maupun tinggi. Gunanya untuk mengecek putaran atau getaran yang ditimbulkan di
setiap putaran roda. Berat semua pelek harus sama, jika tak sama bisa
menimbulkan getaran pada kemudi. Teknisnya adalah sebagai berikut :
Gaya Sentrifugal
Kenapa beratnya harus
seimbang? Karena pada saat ban berputar, akan terjadi gaya sentrifugal yang
merata. Namun bila ada salah satu roda yang titik beratnya berbeda, maka gaya
sentrifugal akan cenderung ke arah titik yang lebih berat. Sehingga akan
menimbulkan getaran yang pada akhirnya membuat tidak nyaman. Selain itu akan
memperpendek usia komponen suspensi seperti ball joint, sokbreker, tie rod dan
bushing-bushing akibat adanya getaran tersebut.
Macam-macam
pengertian balance roda
a.
Balance statis.
Roda yang dalam kondisi tidak balance statis apabila
pada roda tersebut terdapat titik yang bagian itu menjadi terlalu berat
atau terlalu ringan. Spot masa pada ban akan menjadikan ban bergulir/ berputar
secara tidak merata. Kondisi ini megakibatkan saat roda berputar
juga timbul gerakan naik-turun pada porosnya.
b.
Balance dinamis
Balance dinamis terjadi ketika ada beban yang tidak merata
pada satu atau kedua sisi tengah lateral ban dan pelek, sehingga menghasilkan
goyangan sisi ke sisi ban, dengan kata lain roda meliuk atau berputar
sambil oleng, hall ini yang menyebabkan steer menjadi shimmy.
Ketidakseimbangan statis menciptakan hop atau getaran
vertikal. Ketidakseimbangan dinamis menciptakan gerakan sisi ke
sisi atau bergoyang-goyang. Umumnya roda memiliki kedua jenis
ketidakseimbangan, dan memerlukan keseimbangan dinamis ( biasanya disebut
sebagai balancing spin / mesin balancing) untuk menciptakan pemerataan berat.
Sistem balancing mengarahkan teknisi untuk menempatkan bobot counter pada
permukaan luar pelek untuk mengimbangi ketidakseimbangan. Pada pekerjaan
balancing diupayakan distribusi berat menjadi hampir sempurna.
Apabila roda ( pelek dan ban) sudah seimbang (balance) roda menjadi tidak
bergetar.. Ban akan berputar halus dan imbang dan tenang pada porosnya.
Gejala mobil memerlukan balancing adalah:
Getaran pada roda kemudi pada kecepatan tertentu
Getaran pada lantai mobil atau kursi mobil pada
kecepatan tertentu
Roda yang aus terpotong-potong
Apabila getarannya sangat kuat pada roda kemudi
maka masalah ada pada roda depan
Apabila getaran terjadi pada kursi maka masalah
ada di roda belakang.
Kapan Harus Melaksanakan Balancing.
Roda yang tidak balance
(seimbang berat tiap sisinya) akan menyebabkan roda bergetar pada kecepatan
tertentu. Kurang seimbang 1 ons saja pada roda depan akan membuat getaran yang
cukup mengganggu pada kecepatan 100 km/h.
Untuk melakukan
balancing pada roda, teknisi akan menempatkan timah yang berperekat ke sisi
dalam velg mobil sesuai dengan kebutuhannya. Banyak orang yang terkejut akan
efek dari balancing karena mobil sudah tidak bergetar lagi.
Beberapa ban berkualitas
tinggi akan mempertahankan kondisi balance mereka cukup lama dan akan
kehilangan balance nya secara gradual. Apabila anda mulai merasakan getaran
yang tiba-tiba terjadi padahal kemarin belum ada, maka ini adalah gejala timah
yang mungkin lepas. Apabila getaran nya sangat kuat pada roda kemudi maka
masalah ada pada roda depan anda. Apabila getaran terjadi pada kursi anda maka
masalah ada di roda belakang anda.
Mengapa roda kendaraan perlu
dibalance.
Roda adalah salah komponen kendaraan yang menopang berat
kendaraan. 2Roda sendiri terdiri dari ban dan pelek. Ban berputar mengikuti perubahan arah
gerak kendaraan mengikuti putaran roda kemudi. Selain itu ban juga berfungsi meredam getaran dari
jalan. Keausan ban sangat dipengaruhi oleh fungsi dari suspensi, steering dan
penyetelan front wheel alignment. Sehingga ban dan pelek menjadi komponen yang
mempunyai fungsi vital dalam kendaraan.
Kondisi roda juga sangat mempengaruhi kenyamanan dan keamanan
dalam berkendara. Ban dan
pelek akan mengalami perubahan kualitas dalam jangka waktu tertentu sesuai
dengan medan dan cara penggunaan kendaraan. Saat roda berputar, terjadi gaya sentrifugal pada tiap
bagian roda. Jika pada roda yang berputar masanya tidak merata, misalnya
terdapat bagian spot atau titik yang berat, bagian tersebut akan akan tertarik
dengan arah gaya luar dari radius roda. Gaya ini semakin kuat ketika roda
berputar semakin cepat. Akibatnya roda menjadi tidak seimbang (unbalance). Roda
juga mendapatkan distribusi gaya sentrifugal yang tidak merata. Gaya
sentrifugal yang lebih besar pada salah satu titik roda, akan menarik dengan
gaya yang kuat saat ban berputar. Hal ini bisa mengakibatkan roda mobil
bergerak ke atas dan ke bawah atau dari sisi satu ke sisi yang lainnya
(oblak). Jika getaran tidak mampu diredam oleh sistim suspensi mobil,pengendara akan merasakan goncangan atau getaran akibat
roda yang tidak balance.
Gambar4.
Ilustrasi sebaran bobot / masa pada roda
yang beputar
Sebagian
pendapat menyatakan bahwa balancing roda-roda mobil tidak sebegitu
dipentingkan. Mempertimbangkan trend dan issu industry, bahwa bodi mobil
sekarang pada umumnya dibuat lebih ringan dan terus dibuat semakin ringan
dibandingkan dengan generasi mobil sebelumnya, maka efek getaran yang
ditimbulkan bobot komponen mobil sekitar suspensi dan dibawah suspensi
termasuk roda menjadi semakin dominan. Roda kendaraan yang tidak balance
sedikit saja akan memberikan akibat yang semakin besar
Beberapa
faktanya adalah, bobot mobil generasi terdahulu yang berat membantu
menghasilkan peredaman yang baik pada sistem suspensi selama berkendara,
sehingga penumpang tidak terlalu merasakan datangnya getaran yang
berarti. Dalam kasus ini fungsi peredaman getaran menjadi optimum sehingga
mobil dinaikinya terkesan lebih lembut.
Pertimbangan
yang lain adalah teknologi ban. Penggunaan ban mobil saat ini trend
umumnya menggunakan ban profil rendah. Ban dengan profil yang lebih rendah
memiliki karakter lebih responsif ( memberikan umpan balik kondisi jalan
dan respon pengemudian yang lebih baik kepada sopir ). Jika roda ada yang tidak
balance sedikit (missal : setengah ons)saja akan mengakibatkan getaran yang
cukup terasa pada sebagian besar kendaraan modern. Bobot ini jauh lebih kecil
daripada rata-rata sepuluh tahun yang lalu. Bagi mobil yang menggunakan pelek
berukuran besar dan profil ban yang rendah, balancing roda-roda mau tidak
mau menjadi suatu keharusan.
Manfaat menjaga kondisi roda mobil
/ kendaraan tetap balance.
Sebagai
missal, diasumsikan sebuah ban yang dibeli dari toko telah terdorong dan
menggelinding sejauh 7000 km. Selama perjalanan, membelok ke kiri dan kanan,
mengenai gundukan dan lubang. Tidak bisa dielakkan bahwa ban mobil akan
melewati berbagai kondisi permukaan jalan selama perjalanan, hal tersebut
sangat mungkin mengakibatkan keausan ban menjadi tidak merata. Selama
dikendarai mobil mengalami berbagai goncangan dan hentakan di perjalanan
mengakibatkan data spooring mobil berubah, hal ini juga merupakan faktor yang
menambah kemungkinan terjadinya keausan ban menjadi tidak merata. Getaran pada
ban yang tidak balance juga menghasilkan panas pada ban karena ban seperti
tergesek kekanan dan kekiri pada permukaan jalan. Hal ini turut andil dalam
mempercepat keausan ban. Jadi disamping melakukan rotasi ban mobil dengan benar
sesuai petunjuk pabrikan, maka roda juga musti dibalance, walaupun mobil tidak
ada keluhan pada steer / pengemudian. Pertimbangannya adalah bahwa getaran
pada ban selalu ada dan berubah kondisinya. Jadi setiap periode pemakaian
tertentu misalnya 8 bulan sekali atau sekitar 60.000 s/d 80.000 km sekali atau
sesuai petunuk pemeliharaan ban musti dibalance. Juga pada saat ganti ban baru.
Roda-roda
mobil yang tidak balance biasanya akan menghasilkan getaran ketika mobil melaju
pada kecepatan tertentu. Hal.ini mengurangi kenyamanan dalam mengemudi,
mempercepat keausan dan mempersingkat umur pemakaian komponen
suspensi, komponnen sistem kemudi mobil dan ban.
Tanda
pertama bahwa roda mobil mungkin tidak tidak balance adalah ketika roda
kemudi mobil mulai goyah pada kecepatan tertentu. Banyang tidak balance
mennimbulkan getaran dan kebisingan. Ketika mengemudi dengan roda yang
tidak balance, secara harfiah roda akan bergoyang-goyang dan memantul selama
perjalanan dengan kata lain tidak berputar dengan lancar dan mulus.. Hal ini
dapat merugikan control kemudi. Mobil-mobil generasi baru mengaplikasikan
sistem suspensi yang ringan, oleh karena itu dia lebih sensitif terhadap
ketidakseimbangan / getaran apabila dibandingkan dengan mobil lama. Keausan
yang terjadi pada permukaan telapak ban selama dipakai berkendara menjadikan
balance roda berubah.
Untuk
gambaran jika setiapmobil melaju pada kecepatan antara 60 km/jam - 80
km/jam setir mobil terasa bergetar, getaran hilang / tidak terjadi saat mobil
berjalan lebih lambat atau lebih kencang (saat mobil kecepatan dibawah 60
km/jam dan kecepatan diatas 80 km/jam getaran pada setir tidak terjadi).
Kondisi ini dimungkinkan salah satu factor penyebabnya adalah roda yang tidak
balance. Stir mobil bergoyang kiri-kanan sendiri ketika melaju pada
kecepatan tertentu distilahkan “shimmy”.
Roda-roda
mobil yang balance memungkinkan ban selalu menapak pada permukaan jalan dengan
konstan. Di jalan, roda yang tidak balance dapat mengangkat ban dari
kontak dengan jalan dan menciptakan getaran pada steer, serta menimbulkan
tambahan permasalahan pada sistem kemudi dan rem. Kerusakan
suspensi, bearing roda dan komponen kemudi dapat terjadi jika balance roda
diabaikan. Roda mobil yang kondisi balance-nya benar membantu untuk
menghindari keausan prematur ban, memperpanjang umur pakai komponen
sistem suspensi serta ikut andil menurunkan konsumsi bahan bakar.
Pelaksanaan pekerjaan balance roda.
Roda
dibalance pada mesin balancing. Mesin akan memutarkan roda2 secara otomatis dan
menghitung berapa besarnya bobot yang dibutuhkan dan lokasi atau posisi
penempelan bobot penyeimbangnya pada roda tersebut.
Jadi balancing roda bertujuan agar dalam berkendara
lebih nyaman dan pengemudi tidak mengalami kelelahan. Roda dan ban harus balance (seimbang)
sehingga tidak terjadi getaran. Balancing roda sama
penting baik bagi roda-roda mobil depan dan belakang. Sebagai hasil dari
balancing roda, pengendara/pengemudi mobil ssemestinya merasakan pemudian
yang lebih halus getaran yang minimum.
Timah Balanced
Pada proses balancing,
untuk memperoleh berat seimbang dipergunakan timah khusus yang ditempelkan pada
velg untuk menambah berat yang kurang (supaya seimbang). Beratnya berbeda-beda,
tidak bisa ditentukan berapa banyak timah yang diperlukan untuk menyeimbangkan
satu velg, baik sisi kiri maupun sisi kanan.
Timah balance ini
terbagi 3 model. Pertama, timah balance model tempel, khusus dipasang
pada pelek racing. Kedua, timah balance getok khusus pelek standar bawaan
pabrik dan timah balance getok khusus pelek berbahan besi. Meskipun timah
balance tempel bisa dipasang pada semua velg, tapi dianjurkan jangan dilakukan.
Karena akan mempengaruhi tingkat akurasinya. Sebaiknya pakai timah yang sesuai
dengan tipe velg.
Mengapa
setelah roda-roda dibalance getaran mobil tetap ada.
Sumber-sumber
getaran pada mobil sering juga terjadi walaupun semua roda sudah dibalance
dengan baik getaran pada kendaraan tetap saja masih muncul atau terjadi.
Berikut adalah beberapa kondisi lainnya yang bias menjadi penyebab timbulnya
getaran tersebut :
·
Ban atau pelek yang oleng berlebihan ketika
berputar
·
Kesalahan atau ketidak tepatan pemasangan
roda-roda pada poros
·
Kelenturan dinding ban yang tidak konsisten
·
Terdapat kerusakan pada komponen sistem rem
·
Keausan dan atau kerusakan pada komponen pendukung
pemindah tenaga dan mesin
·
Keausan dan atau kerusakan pada komponen
suspense
·
Kerusakan dan atau keausan pada bearing roda
·
Data spooring kendaraan yang tidak tepat
Diperlukan
pekerjaan pengecekan lanjutan jika pekerjaan balancing roda tidak / belum
mengatasi masalah getaran pada mobil. Misalnya dicek spooringnya, komponen2
sistem suspensinya dan bearing kendaraan.
Mem-balance ban dan pelek roda High
performance
a.
Ketepatan tanda pemasangan ban dan pelek.
Ban dan pelek performa tinggi
saat ini dibuat dengan fitur yang memudahkan pemasangan tepat. Pada ban dan
pelek terdapat tanda untuk mengidentifikasi tempat pemasangan yang tepat
guna meminimumkan gejala radial run-out spot. Dengan mencocokkan tanda
pemasangan pada pelek dan ban akan memnimalkan kebutuhan bobot balance yang
akan dipasang. Tanda ini berupa bulatan dengan warna pada bagian dinding ban
dekat pelek dipasang Tanda biasanya berupa bulatan kecil warna kuning, biru
atau merah. Tanda tersebut diposisikan dekat cop pentil pada saat pemasangan
ban kepada peleknya.
b. Variasi kekuatan pikul dinding
ban
Pada suatu produksi masal ban tidak
menutup kemungkinan terjadi variasi atau inkonsistensi pada kekuatan pikul /
kekakuan bagian dinding ban yang akan memberikan masalah pada pengendaraan
(menciptakan apa yang disebut gaya varians).Mesin balancing generasi baru dapat
mendeteksi gejala ini dan sekaligus menganalisa kebutuhan dan posisi peletakan
bobot balance yang tepat dalam upaya untuk menghilangkan gejala tersebut
diatas. Jikaroda tidak bias dibalancing dengan tepat dapat direkomendasikan
untuk penggantian ban atau peleknya.
c. Penempatan dan pemasangan bobot balance
yang tepat.
Beberapa model / desain pelek saat ini memerlukan tambahan
perhatian, terutama untuk tempat memasangkan bobot balance sehubungan
pertimbangan estetika dan hasil balancing yang tepat.
Pemasangan bobot balance pada pelek
standar dilakukan dengan bobot klip-on saja seperti pada gambar.
Cara ini dilakukan juga pada pelek baja/bawaan mobil. Berbagai variasi
dan bentuk dan ukuran bobot dipilih menyesuaikan dengan kebutuhan dan jenis
atau bentuk peleknya.
Pemasangan bobot campuran yaitu
bobot klip-on dan bobot tempel ditempatkan sedemikian rupa yang temple
dibalik jari-jari pelek .
Penggunaan bobot perekat biasanya
disediakan untuk krom atau roda lainnya dengan finishing halus. Pesawat
keseimbangan mempertahankan bobot balik wajah roda.Suatu cara pempatan balance
yang khusus yaitu dibalik rim pelek bagian tengah dalam upaya memperoleh
kondisi roda yang balance.